Memberitakan Dengan Fakta

Bakteri E Coli Masih Ditemukan pada Ikan Di Pasar Tradisional Baubau

Bakteri E Coli Masih Ditemukan pada Ikan Di Pasar Tradisional Baubau
Bakteri E Coli Masih Ditemukan pada Ikan Di Pasar Tradisional Baubau

Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Baubau Media Gathering dengan awalk media (FOTO : ISTIMEWA)

BAUBAU, FAKTASULTRA.ID – Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Baubau mengatakan bakteri e coli masih ada pada ikan layang dan ikan cakalang diatas batas normal peraturan karantina ikan.

Demikian disampaikan Kepala SKIPM Baubau, Arsal Azis, dalam media gathering silaturahim dan ekpose hasil kegiatan tekhnis bersama awak media, Rabu (16/12/2020 kemarin.

“E.Coli pada ikan itu tidak boleh di atas angka 3 namun harus di bawah 3, kepadatan bakteri pernah ditemukan di Pasar Wameo 18 November, PPI Wameo 19 November, dan yang terparah di Pasar Lowu-lowu ditemukan sampai 9,2 pada awal tengah dan akhir tahun itu (bakteri) sudah sangat besar,” kata Arsal Azis. 

Menurut Arsal, kandungan bakteri yang berlebihan pada ikan dapat menyebabkan gangguan pada pencernaan dan bisa menimbulkan kematian pada manusia.

 “Di pasar yang masih bermasalah jadi harus kita tingkatkan mutunya jadi pasar higienis, dan perlu kebijakan Pemerintah Daerah,” ucapnya

SKIPM Baubau telah melaporkan temuan bakteri e coli  tersebut ke pemerintah daerah agar dapat ditindaklanjuti dengan membenahi sanitasi pada pasar ikan.

“Sebab jika terus diabaikan, maka kualitas kesehatan ikan di Pasar tradisional akan terus memperihatinkan dan membahayakan masyarakat,” ujar Arsal.

Tinggalkan Balasan