
BAUBAU, FAKTASULTRA. ID – Program Kampung Berkualitas (KB) yang merupakan bagian program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga berencana (Bangga Kencana) sejalan dengan visi kota bau-bau tahun 2018 2023 yakni mewujudkan kota Baubau yang maju sejahtera dan berbudaya.hla ini diungkapkan Wali Kota Baubau, AS Thamrin.
“Ini dimaksudkan bahwa pada tahun 2023 nantinya Kota Baubau akan menjadi salah satu kota yang maju dan sejahtera khususnya dari segi kualitas sumber daya manusia dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal. Untuk itu saya percaya bahwa kegiatan ini akan menjawab sekaligus mewujudkan visi misi kota Baubau kedepan,” kata AS Thamrin, usai hadiri peluncuran program integrasi kampung keluarga berkualitas dengan Kampung nelayan oleh Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo, di Kelurahan Palabusa Baubau, Rabu(04/11/2020).
Dikatakan, walaupun pembentukan Kampung KB atau Kampung keluarga berkualitas ini diamanatkan kepada BKKBN, dalam hal ini oleh dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana Kota Baubau.
“Akan tetapi pada prinsipnya Kampung keluarga berkualitas merupakan perwujudan dari sinergitas antara beberapa Kementerian atau instansi terkait, baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, mitra kerja dan pemangku kepentingan serta tidak ketinggalan partisipasi langsung masyarakat Kelurahan Palabusa,” katanya.
Oleh sebab itu kata dia, Kampung keluarga berkualitas Palabusa Kecamatan Lea Lea Kota Baubau ini diharapkan akan menjadi miniatur atau gambaran dari sebuah kelurahan yang di dalamnya terdapat keterpaduan dari program Bangga Kencana yang disinergikan dengan program pembangunan sektor terkait lainnya yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis.
Menurut wali kota, Kampung Keluarga Berencana yang sekarang berubah istilah menjadi Kampung keluarga berkualitas menjadi begitu familiar.
“Karena pada prinsipnya, kampung KB ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat desa atau kelurahan atau yang setara mulai pelaksanaan program pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana atau disingkat dengan bangga kencana,” katanya.
Hal ini juga kata AS Thamrin, sejalan dengan cita-cita pembangunan Indonesia yang dituangkan dalam nawacita Presiden Joko Widodo khususnya pada agenda prioritas 3 yakni memulai pembangunan dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan serta agenda prioritas 5 yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.
“Sedangkan dalam visi Presiden Jokowi 2019-2024 tertuang dalam point 2 yaitu pembangunan sumber daya manusia. Oleh karena itu, pembangunan di Indonesia wajib melaksanakan kegiatan yang secara langsung bersentuhan dan memberikan manfaat kepada keluarga dan masyarakat Indonesia khususnya keluarga dan masyarakat yang ada di pinggiran,” pungkasnya.











