
BAUBAU, FAKTASULTRA.ID – Selama pandemi covid 19, banyak warga memanfaatkan waktu di rumah dengan berkebun di belakang rumah.
Seperti yang dilakukan seorang ibu rumah tangga di kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Fanti Fridayanti, yang menanam berbagai sayuran hingga cabe merah di halaman rumahnya yang sempit.
“Sejak kasus pertama pasien covid pertama indonesia diumumkan, kami sudah mulai was-was, kami sudah mulai berpikir kegiatan apa yang bisa dijalani sehari-hari di rumah. Kami kemudian diajak kawan-kawan Kodim 1413 Buton bersama komunitas lain untuk belajar menanam kangkung dengan sistem kapiler,” kata Fanti saat ditemui di rumahnya, Kamis (12/11/2020).
Setelah menanam kangkung, ia merasa masih kurang sehingga bersama dengan suaminya, Budiyanto Arfan, mencoba menanam sayuran lain dan tanaman lainnya dibelakang rumahnya yang berada di Jalan Mawar Kelurahan Tanganapada, Kecamatan Murhum.
Dengan penuh tekad ibu dua anak ini kemudian menggunakan limbah plastik sebagai wadah untuk menanam berbagai sayuran seperti sawi, bayam merah, bayam hijau, seledri, daun bawang di belakang rumahnya yang tidak terlalu luas.
Di lantai dua rumahnya juga terdapat tanaman cabe merah, paprika,Lombok panjang, tomat, terung dan sawi didalam pot.
“Untuk kebutuhan keluarga, alhamdulillah bisa sangat terpenuhi, seperti sayuran kangkung, kebun kecil ini kami bisa mensuplai (sayuran) di empat keluarga,” ujarnya.
Fanti mengatakan selama pandemi covid 19, ia tidak perlu lagi repot untuk keluar rumah berbelanja sayuran di pasar
“Jadi kita lebih hemat, lebih sehat karena sayuran kita tanam sendiri dengan pembuatan kompos dan pupuk buatan sendiri,” ucap Fanti.
Selain kesibukannya sebagai Aparatur Sipil Negara di Pemda Kota Baubau dan mengurus keluarga, Fanti merasa seperti mempunyai hobi baru dengan berkebun di belakang rumanya..
“Berkebun itu bukan hanya sekedar memenuhi sayuran di rumah, tapi ada nilai-nilai filosofi tersendiri seperti kita menanam dari kecil dan kita perhatikan lalu hasilnya di panen, ada rasa terpuaskan tersendiri,” ungkapnya.
Fanti menambahkan, kedua anaknya yang tadinya enggan memakan sayur, menjadi suka memakan sayur karena ikut menanam sayuran di belakang rumahnya.
Saat ini Fanti telah ikut komunitas berkebun di Kota Baubau yang anggota sudah mencapai sekitar 80 kepala keluarga.





