Memberitakan Dengan Fakta
BUTON  

Lusi Oktavia Ristiana Gadis Cilik Tanpa Anus Butuh Bantuan

Lusi Oktavia Ristiana Gadis Cilik Tanpa Anus Butuh Bantuan
Lusi Oktavia Ristiana Gadis Cilik Tanpa Anus Butuh Bantuan
Lusi Oktavia Ristiana Gadis Cilik Tanpa Anus Butuh Bantuan

BUTON,FAKTASULTRA.ID – Lusi Oktavia Ristiana gadis cilik (9) tanpa anus, warga Kelurahan Kambula-bulana, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, butuh uluran tangan warga.

Lusi seakan malu ketika akan di foto pada jumat 27 november 2020. Namun ia terus di bujuk oleh orang tuanya untuk memperlihatkan perutnya. Tidak lama kemudian ia memanggil masuk kekamar dan mengangkat baju kaosnya menunjukkan benjolan di perutnya berwarna merah.

Dari penuturan sang ibu, Vetty Susanti (36) sejak berumur 1,6 tahun Lusi buang air besar bukan dari kemaluannya, karena anak pertamanya ini tidak mempunyai lubang anus.

Luci pernah ditabrak mobil waktu berumur 1,6 tahun di Bombana, saat itu tempat mereka menetap mengikuti sang ayah. Saat dibawa ke RSUD Lusi di rawat untuk menjalani operasi pembuatan anus buatan di perutnya dan kotorannya di tampung di kantong plastik dan tisu, sampai sekarang.

“Anak saya sudah tiga kali operasi sejak berumur 1,6 tahun hingga berumur 9 tahun ini, seharusnya Lusi dioperasi kembali saat berumur 8 tahun untuk mempunyai anus permanen tapi kami tidak ada biaya,”ujar Vetti.

Lusi sudah melakukan tiga kali operasi hingga anusnya diperut, untuk anus permanen harus mengeluarkan puluhan juta rupiah dari mana uang sebesar itu, untuk makan sehari haripun susah dan tempat tinggal juga masih mengontrak.

“Pembuatan anus diperut ini hanya sementara, ia harus diganti menjadi anus permanen,”katanya lagi.

Lusi Oktavia Ristiana Gadis Cilik Tanpa Anus Butuh Bantuan
Ibu Veti dan kedua anaknya

Vetty ibu Lusi telah bercerai dengan suaminya. ia seorang janda dan saat ini baru menikah kembali namun suaminya saat ini pekerjaannya hanya kuli bangunan, Vetty mengaku mempunyai kartu progam Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin ( Jamkesmas) tapi anaknya Lusi tidak masuk dalam daftar.

Kondisi Lusi sungguh memprihatinkan karena setiap hari harus buang hajat lewat perutnya tak jarang banyak temannya yang menjahuinya, Lusi tidak bisa terlalu lama bergerak pasalnya ia akan demam. “Kalau terlalu banyak bergerak lusi akan demam/kepanasan,”ujarnya lagi.

Meskipun punya penyakit di perutnya tapi Lusi tetap bersekolah di SDN 2 Pasarwajo. Di Sekolah Lusi sering termenung sendirian dan tidak bisa bermain dengan teman-temannya karena merasa minder.

Sedihnya lagi walaupun kesakitan Lusi tetap kesekolah dan menjaga adiknya pasalnya ibunya harus bekerja sebagai buruh harian tukang cuci piring di warung.

Karena anus buatan, tidak bisa berbuat apa apa, hanya bisa pasrah memohon ketabahan. Harapannya kepada dermawan supaya mau membantu biaya untuk pengobatan anaknya.

Camat Pasarwajo Drs Amruddin mengatakan baru menemui Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buton untuk memasukkan keluarga Vety di BPJS.

“Jadi penyampaian kadis sosial yang saat ini dengan BPJS sedang rapat, rencananya akan di masukan walaupun belum bisa dipastikan tapi akan diusahakan,”ujarnya.

Kata dia KK keluarga Vetti belum di masukan warga Pasarwajo atau belum Pindah penduduk di Kambula-Bulana selama ini tinggal di lasalimu bahkan sebelumnya tinggal di Bombana.

Diapun berharap agar ada masyarakat yang berlebihan memberikan bantuan kepada Lusi agar segera di operasi untuk mendapatkan anus permanen.

“Sekarang Lusi sudah bersekolah pasti akan mempengaruhinya dalam bergaul, apalagi anusnya diperut bukan ditempat tertutup,”katanya.

Mudah-mudahan ada simpati masyarakat sehingga bisa membantu.”Saya yakin jika kita gotong royong sebanyak 47.000 masyarakat dengan menyumbang Rp 1000 maka Lusi akan segera dioperasi,”pintanya.

Kata dia lagi bagi masyarakat yang ingin membantu Lusi bisa menyumbang di Kelurahan kambula-bulana. “mudah-mudahan operasinya bisa di lakukan di RSUD Buton, Pasarwajo namun nanti akan dikonsultasikan ke dokter bedah,”bebernya.

Tinggalkan Balasan