Memberitakan Dengan Fakta
BUTON  

Kakanwil Sultra Hadiri Dialog Kerukunan Umat Beragama di Buton

Kakanwil Sultra Hadiri Dialog Kerukunan Umat Beragama di Buton
Kakanwil Sultra Hadiri Dialog Kerukunan Umat Beragama di Buton
Bupati Buton dan Kakanwil Sultra Hadiri Dialog Kerukunan Umat Beragama di Buton, jumat (27/11/2020).

BUTON,FAKTASULTRA.ID – Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sultra Feisal Musaad menghadiri acara dialog membangun kerukunan umat beragama di Kabupaten Buton, acara digelar di aula Kantor Bupati Buton, jumat (27/11/2020).

Dalam arahannya Kakanwil Kemenag Sultra mengungkapkan, dalam ajaran agama manapun Tuhan menciptakan manusia untuk saling mengasihi dan mencintai sesama, baik itu secara internal umat beragama maupun secara eksternal antar umat beragama.

“Mari kita tebarkan kedamaian,”ujarnya saat menghadiri acara dialog di Buton, jumat(27/11/2020).

Menurut Feisal Musaad, untuk membangun kerukunan umat beragama hal penting yang harus dilestarikan yakni saling menghargai antar sesama dan kepedulian sesama mahkluk hidup.

“Dialog ini Intinya kita bersilaturahum dengan silaturahim kita bisa mengatasi masalah, memecahkan masalah apalagi masalah yang terkait dalam keagamaan,Bagaimana membangun keagamaan yang harmonis menjunjung tinggi nilai kemanusian,”lanjutnya.

Selaku kakanwil lanjut dia ia mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan diskusi semoga membawa manfaat kemaslahatan bagi pembangunan dan masyarakat kabupaten Buton.

Dia mengatakan ada beberapa anugrah terbesar di muka bumi yaitu anugerah kedamaian, kebersamaaan, harmonisasi intern dan antar umat beragama dan anugarah tuhan terbesar lainnya kedamaian.

“Tugas kita tebarkan kedamaian dimana-mana jangan sampai terpecah, kesejahteraan tidak akan terwujud jika ada perpecahan,”harapnya.

Dia juga mengapresiasi ajaran toleransi yang menjadi jati diri orang Buton yang diwariskan leluhur salah satunya PO 5.

Jadi tugas umat saat ini lanjut dia cuma satu bagaimana PO5 dijaga dipelihara dan diwariskna kepada generasi penerus bangsa, PO5 ini semangat membangun persaudaraan sebangsa sesama ciptaan tuhan, ada Pomaa-ma siaka saling menyanyangi, Popiapiara saling memelihara,Pomaimaika saling menghargai, poangkaangkata saling mengangkat harkat martabat bukan yang satu diatas kita jatuhkan, juga Pobinci-binci kuli.

“Ini disebut moderasi beragama rahmat bagi semua orang, ini mengajarkan kita kebijaksanaan itulah yang disebut moderasi beragama kita mengakui keyakinan agama kita tapi kita memberikan ruang kepada orang lain untuk meyakini agamanya,”ujarnya.

Kakanwil Sultra Hadiri Dialog Kerukunan Umat Beragama di Buton
Kakanwil Sultra ketika memberikan arahan

“Kedamaian tidak akan terwujud jika kita tidak rukun, kesejahteraan tidak akan terwujud jika kita hidup dalam kekacauan, saya sangat mengharapkan kepada tiga unsur tokoh agama tokoh masyarakat dan tokoh adat membantu bupati mewujudkan Kabupaten yang lebih baik.”harapnya lagi.

Ia juga mengingatkan agar semua umat
Hati-hati jika ada aliran yang aneh, yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa, jadikan perbedaan sebagai modal untuk membangun Kabupaten Buton yang dicintai.

Sementara itu Bupati Buton Drs La Bakry M.Si mengatakan soal keberagaman di Buton sudah eksis sejak lama tinggal dipelihara , banyak filsafat dan nilai nilai luhur budinya.

“Buton itu universal karena dia compatable yaitu kapan dan dimana saja, budaya di Buton itu patokannya di dasari pada nilai – nilai Islam itulah rahmatan Lil Alamin,”katanya.

Mempraktekkan nilai – nilai luhur budaya Buton itu sama dengan menerapkan nilai – nilai Islam dan itu bisa membuat kebaikan, terbukti orang – orang Buton itu dimana saja bisa menyesuaikan mau di Papua , Maluku , Kalimantan, Jawa Sumatra itu mereka bisa hidup berdampingan damai dengan penduduk asli tanpa konflik , kecuali di ganggu karena ini nilai – nilai filsafat.

Untuk tetap membina hubungan yang baik diantara sesama tetap membangun komunikasi dengan semua pihak salah satunya termaksud antara umat beragama , tentu bukan hanya itu tapi banyak hal – hal lainnya juga sudah lakukan itu secara sosial maupun dalam praktek praktek keagamaan.

“Saya berharap suasana yang kondusif saat ini kita ciptakan baik antara umat beragama, internal umat beragama , umat dan pemerintah dan didukung TNI POLRI, dalam bersama sama mendeteksi kemungkinan gesekan gesekan itu yang harus kita pertahankan,”harapnya.

Artinya lanjutnya kondisi yang saat ini kondusif, kedamaian itu sudah terbangun di mana mana meskipun ada letupan – letupan kriminal itu biasa , membangun komunikasi antar umat dan individu itu bisa bangun diciptakan .

Tinggalkan Balasan