
BAUBAU, FAKTASULTRA. ID – Kepala Badan kependuudkan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra), Asmar, mengajak semua penyuluh KB dan mitra untuk tetap konsisten menyukseskan program Bangga Kencana meskipun di tengah Pandemi COVID-19 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
“Peran para mitra kerja di setiap tingkatan sangat besar dalam mensukseskan Program Banggakencana pada masa Pandemi COVID-19 ini,” kata Asmar, usai hadiri peluncuran program integritas Kampung KB dengan Kampung Nelayan oleh Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo, di Baubau, Rabu.
Menurut Asmar, BKKBN tidak dapat bekerja sendiri, tetapi harus berkolaborasi dan bekerja sama dengan para pemangku kebijakan baik ditingkat pusat, tingkat provinsi, tingkat kabupaten dan kota serta para mitra kerja terkait guna menyukseskan program Bangga Kencana.
“Sosialisasi Gerakan Cegah Putus Pakai Kontrasepsi selama pandemi virus corona alias COVID-19 harus terus digencarkan, langkah tersebut sebagai bentuk upaya untuk untuk mencegah “beny boom” atau meledaknya kelahiran bayi,” katanya.
Adapun mitra kerja dimaksud Asmar, adalah para stakeholder, Dinas Kependudukan,Pemperdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A), TNI-Polri, Perguruan tinggi, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pengendalian Penduduk dan KB kabupaten/kota, TP-PKK, IBI, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta media massa.
“Kita mengharapkan peningkatan peran mitra kerja khususnya pelaksanaan program di Kampung keluarga berkuakitas (KB) untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia dan Keluarga berkualitas serta membahas rencana tindak lanjut dalam pengembangan program Bangga kencana di lapangan,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah kabupaten kota terus memantau ketersediaan alat dan obat kontrasepsi (alokon), sehingga tetap ada pelayanan KB.
“Pada kondisi saat ini, yang harus dilakukan adalah tetap sukses melakukan pelayanan dan menjalankan program Bangga Kencana yang aman dari COVID-19,” katanya.
Asmar mengaku, berdasarkan data yang dimiliki saat ini bahwa ketersediaan alat dan obat kontrasepsi atau alokon yang dimiki saat ini masih mencukupi hingga enam bulan kedepan.
“Alokon ini sudah tersebar di gudang-gudang alokon dinkabuoaten kota, sehingga tidak ada alasan untuk tidak melakukan pelayanan KB,” katanya.
Asmar juga mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo yang telah meluangkan waktunya melakukan kunjungan kerja di Baubau Sultra.
“Kami sangat berterimakasih karena bapak Hasto Wardoyo berkenan hadir memberikan arahan pada kegiatan advokasi dan KIE terkait program Bangga Kencana bersama mitra kerja, sekaligus meluncurkan program integrasi Kampung KB dengan Kampung Nelayan di Kelurahan Palanbusa Baubau, ini merupakan sprit bagi kami dalam rangka menyukseskan program Bangga Kencana di bumi anoa ini,” katanya.











