
BUTON, FAKTASULTRA.ID – Puluhan Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Pasarwajo berunjuk rasa di kantor Bupati Buton, Senin (10/8/20020) siang.
Dalam unjuk rasa tersebut, para mahasiswa ini menuntut agar Pemda Buton transparan dalam pengelolaan anggaran dana covid 19 dan juga penyelesaian dugaan korupsi di KONI Buton.
“Bertentangan dengan kebijakan dengan pemerintah pusat seluruh nakes yang beada di Buton anggaran Rp 11 miliar, lebih transparansi pengelolaan anggaran covid,” teriak salah seorang pungunjuk rasa.
Selain itu, para mahasiswa juga menuntut agar tujuh posko tugas covid yang berada di lokasi strategis jangan dibubarkan.
Para mahasiswa juga mempertanyakan adanya korupsi di KONI yang diduga masih melibatkan banyak pihak.
Sebelumnya puluhan mahasiswa ini berunjukrasa dengan mendapat pengawalan ketat dari anggota Polres Buton.
Setelah melakukan orasi, para pengunjuk rasa langsung diterima Asisten bidang Pendidikan dan Pembangunan, Tohir.
“Kita tahu bapak Bupati, lagi sedang menjalani karantina di rumahnya. Wakil Bupati, dan Sekda lagi keluar daerah. Jadi pertanyaan adik-adik nanti akan saya teruskan ke pimpinan,” ucap Tohir.











