Memberitakan Dengan Fakta

Kembangkan Potensi Pariwisata di Buton, Dinpar Gelar Seminar RIPDA

Kembangkan Potensi Pariwisata di Buton, Dinpar Gelar Seminar RIPDA
Kembangkan Potensi Pariwisata di Buton, Dinpar Gelar Seminar RIPDA
Asisten III setda Buton Laode Muhidin Mammud ketika membuka seminar akhir Ripda, senin(10/08/2020).

BUTON,FAKTASULTRA.ID – Dalam rangka mengembangkan dan mengoptimalkan potensi pariwisata di Kabupaten Buton Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata menggelar seminar akhir studi dan kajian akademi revisi rencana induk pembangunan pariwisata daerah (RIPDA) Kabupaten Buton 2021-2026. Senin, (10/08/2020).

Kegiatan seminar ini berlangsung di Aula kantor Bupati Buton dengan melibatkan Lembaga Penelitian universitas Haluhaleo Kendari, Dr Akhmad Firman, dr Syahrun S.Pd M. Pd Kepala SKPD di Buton.

Hadiri dalam acara tersebut Asiten III setda Buton Laode Muhidin Mahmud, Kepala OPD Lingkup Pemkab Buton.

Asisten III setda Buton Laode Muhidin Mahmud yang membuka seminar seminar akhir studi dan kajian akademi revisi rencana induk pembangunan pariwisata daerah (RIPDA) kabupaten buton 2021-2026
Ia mengatakan, agar hasil dari seminar ini nanti dapat menjadi rencana pengembangan potensi kepariwisataan.

“Membangun pariwisata itu tidak mudah butuh waktu yang lama dengan adanya seminar ini tentang rencana induk pengembangan kepariwisataan daerah diharapkan, sektor pariwisata memiliki peluang yang sangat besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”ujarnya.

Kata dia di Wakatobi butuh waktu 10 tahun baru bisa eksis dengan melakukan promosi dalam dan luar negeri begitu juga dengan di daerah kabupaten Buton harus terus melakukan promosi sehingga sektor pariwisata dapat berkembang.

Diapun berharap agar para peserta dapat mengikuti seminar sehingga dapat memberikan masukan-masukan untuk kemajuan pariwisata di Kabupaten Buton dalam rangka penyempurnaan Ripda 2021-2026 sehingga dapat menghasilkan RIPDA yang baik untuk kedepan.

“Apa yang dirintis kadis lama dilanjutkan, dalam rangka promosi juga menjolo anggaran yang ada di pusat,”harapnya.

Sementara di tempat yang sama, plt Kadis Pariwisata Buton Rusdi Nudi mengatakan seminar akhir studi dan kajian akademi rencana induk kepariwisataan daerah ini adalah sesuatu yang mutlak yang harus dimiliki, apalagi sebagai sebuah daerah yang punya potensi wisata.

“Sektor kepariwisataan menjadi urutan ke lima prioritas pada visi misi Pemerintah pusat,”katanya.

Kata dia sektor parawisata agar sektor pariwisata di Buton bisa meningkat dan berkembang, harus memiliki rencana dan master plan terlebih dahulu. Kira-kira akan mengarah ke mana. Ini harus dikaji secara ilmiah, apakah potensi wisata yang mau dikembangkan.

“Kami memilih peneliti dari UHO sejak bulan februari lalu karena lembaga ini memahami secara utuh peletakan plan pariwisata daerah, tentu dengan seminar ini kita akan menyamakan presepsi dan memberi masukan pembangunan Pariwisata agar terarah sinergi dan berkesinambungan,”bebernya.

Pengembangan pariwisata di Buton saat ini dimulai dari Destinasi Wabula berbasis budaya dan kerajinan, destinasi
Teluk pasarwajo berbasis kuliner dan snorking dan diving, ada destinasi
Lambusango juga pantai Koguna di Lasalimu Selatan.

Melalui Ripda akan dirumuskan dalam rencana induk untuk menjadi dasar revisi Perda sebelumnya.

Tinggalkan Balasan