
BUTON, FAKTASULTRA.ID – Penetapan tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022 masih jadi tanda tanya pasalnya Gubernur Sultra H.Alimazi belum menetapkan dua daerah yang digadang-gadang bakal jadi tuan rumah, Buton dan Baubau.
“Bagi saya, dimana saja pusat penyelenggaraannya, tidak ada masalah, yang penting dalam wilayah kepulauan Buton,”ujar Kadispora Buton Laode Zainudin Napa ketika ditemui jumat (10/07/2020).
Kata dia hampir semua daerah dalam wilayah kepulauan Buton belum ada memenuhi syarat tekhnis yaitu minimal memiliki Stadion Tipe B, kolam renang dan Wisma Atlit tersendiri. Tapi semua itu tergantung dari semangat daerah untuk membangun kebersamaan di kepulauan Buton.
Tanpa kebersamaan itu lanjut dia KONI Provinsi nanti akan sulit merekomendasikan untuk menetapkan daerah mana yang cocok, karena Proprov bukan ajang melahirkan pertentangan masyarakat dalam satu kultur, tetapi selain dapat merangsang pertumbuhan ekonomi daerah, juga dapat melahirkan bibit orahraga progesional dalam satu kultur, hal inilah yang kurang di pahami yang berkepentingan.
“Penetapan Gubernur itu, sudah menghitung matang-matang dampak sosial dan ekonominya dan pertumbuhan keseimbangan wilayah, apalagi kalau dilaksanakan di kota Baubau, Pemda Buton juga tidak mempersoalkan, karena secara alamiah pintu masuk utama ada di Baubau,”beber Zainudin.
Yang jadi masalah, selama ini selalu membangun opini untuk melemahkan Pasarwajo, Pasarwajo seakan – akan berposisi strata kedua dari Kota Baubau sehingga kalau pusat penyelenggaraannya Proprof ada di pasarwajo sudah banyak yang gelisah,Inilah cerminan generasi yang tidak mengerti historis Buton dalam perkembangan wilayah, lemah prestasi dan mengedepankan kecemburuan.
“Saya merasa puas, kalau seandainya dipercaya Pemerintah Provinsi, Pasarwajo sebagai pusat penyelenggaraan Porprov, karena star dari nol, bukan memamerkan fasilitas yang sudah ada sebelumnya, walaupun belum memenuhi standar,”terang dia.
Untuk di ketahui bahwa, harapan Pemerintah Kabupaten Buton apabila Pasarwajo sebagai pusat penyelenggaraan Proprov, itu sudah menjadi komitmen daerah, sehingga perubahan APBD 2020, APBD 2021 akan di arahkan pada pembinaan dan pembangunan sarana olah raga.











