Memberitakan Dengan Fakta

Kabupaten Buton Masuk Daerah penghasil Kelapa di Indonesia

Kabupaten Buton Masuk Daerah penghasil Kelapa di Indonesia
Kabupaten Buton Masuk Daerah penghasil Kelapa di Indonesia
Bupati Buton drs La Bakry M. Si ketika membuka acara coffee break di Pasarwajo, selasa(28/07/2020)

BUTON, FAKTASULTRA.ID – Dari 514 Kabupaten di Indonesia, Kabupaten Buton masuk dalam salah satu daerah penghasil kelapa di Indonesia hal ini di katakan Bupati Buton Drs La Bakry M.Si ketika coffee break di Pasarwajo selasa(28/07/2020).

“Kita masuk dalam salah satu daerah penghasil kelapa di Indonesia pada urutan ke 230 an, hanya saja belum memberikan pendapatan yang tinggi,”ujarnya.

Kata dia jika dikelola secara maksimal tentu saja akan memberikan pendapatan yang tinggi bagi masyarakat ini salah satu yang punya peluang bagi peningkatan pendapatan masyarakat.

Selain kelapa lanjut dia ada juga pala salah satu yang digenjot untuk meningkatkan Pendapatan perkapita masyarakat di Buton pasalnya harga jual di pasaran mencapai Rp 80 ribu perkilo lebih tinggi dibanding jambu mete yang menjadi andalan warga.

“Kalau jambu mente rp 20 ribu perkilo paling tinggi dan hanya bisa dipanen satu tahun sekali, berbeda dengan kelapa ataupun pala,”kata Bupati lagi.

Untuk itu pemerintah mendorong sektor pertanian sehingga diharapkan dari sektor ini perekonomian akan terangkat sebesar 50 persen untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Buton.

“Apa yang bisa jadi lokomotif pertanian, diharapkan 100 tahun Indonesia merdeka pendapatan masyarakat Rp 20 juta perbulan, di Buton dalam berbagai kajian diskusi dengan melihat jenis komoditas yang ditekuni masyarakat ada cengkeh pala coklat,”katanya.

Diantara banyak komoditas itu yang paling cocok di masyarakat kelapa dan pala sehingga dengan dinas pertanian mencoba bangun link dengan pemerintah provinsi juga kementerian teknis.

Pertanian mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah pusat, dua tahun terakhir mendorong sektor pertanian karena mayoritas Penduduk Buton selain nelayan juga pertanian.

“Masyarakat kita mayoritas geluti dua sektor pertanian dan nelayan,”katanya.

Infrastruktur berangsur diselesaikan jika jalan kabungka-lawele diselesaikan maka diharapkan sektor pertanian dapat terangkat.

Pantauan kami Coffee break Forum Komunikasi Pemuda(FKP) berdama instansi teknis, dengan tema Pemkab Buton pengembangan sektor pertanian, kemana arahnya diikuti kepala OPD dan beberapa tamu undangan.

Tinggalkan Balasan