Memberitakan Dengan Fakta

Dispar Gelar Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata

Dispar Gelar Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata
Dispar Gelar Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata
Bupati Buton Drs La Bakry M.Si ketika membuka pelatihan tata kelola destinasi pariwisata di Pasarwajo.

BUTON,FAKTASULTRA.ID – Meningkatkan kemampuan SDM pengelola pariwisata dan masyarakat pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buton melaksanakan Pelatihan Tata Kelola destinasi pariwisata selama tiga hari.

Pelatihan tersebut dibuka Bupati Buton Drs La Bakry M.Si dengan menghadirkan pemateri dari Akademisi, Pemerhati Pariwisata, Dinas Perindustrian, Dinas Lingkungan Hidup, Pelaku Wisata dari Wakatobi dan dekranasda.

“Banyak potensi wisata yang harus dimaksimalkan pengelolaannya. Tentunya ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan perlu dukungan dan semua pihak termasuk masyarakat,” ujar Plt Kepala Dinas Pariwisata Buton Drs Rusdi Nudi jumat(03/07/2020).

Oleh karena itu lanjutnya melalui pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan SDM kepariwisataan dalam mengelola daya tarik pada suatu destinasi yang ada di desanya masing-masing.

Untuk pelatihan tata kelola destinasi pariwisata kali ini melibatkan masyarakat dari semua desa yang berada di sekitar teluk Pasarwajo mulai dari Dongkala, Kondowa, Holimombo, Kombeli, Banabungi, Pasarwajo hingga Wakoko.

Dispar Gelar Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata
Peserta pelatihan yang melakukan kegiatan kerja bakti di dive senter Pasarwajo, jumat (03/07/2020).

“Sebanyak 46 peserta kita libatkan selain masyarakat kita juga libatkan komunitas Butonesia, kompas, AMJ, pecinta alam mereka dilatih selama tiga hari sejak tanggal 1-3, dan hari ini kita membersihkan areal sentra dive center di Pasarwajo,”ujar Rusdi.

Tujuan pelatihan ini lanjut dia untuk membangun pemikiran dan semangat yang sama pengembangan teluk Pasarwajo sebagai kawasan wisata berbasis kuliner sehingga yang dilibatkan masyarakat disekiling Teluk Pasarwajo.

Saat pelatihan para peserta dilatih untuk bisa mengenal apa saja yang nantinya bisa dikembangkan di lingkungannya sehingga saat ada atraksi masyarakat yang datang tidak hanya datang mandi dan berfoto namun bisa membeli makanan ataupun hasil kerajinan di daerahnya.

“Kita libatkan Dinas Lingkungan hidup agar masyarakat tahu standar kebersihan dalam menjaga teluk yang akan kita kembangkan menjadi kawasan pariwisata berbasis kuliner, “bebernya lagi.

Setiap produk kerajinan dan kuliner akan dikembangkan masyarakat untuk mendukung spot wisata yang ada di daerah sehingga selain pergi berwisata orang juga bisa membeli oleh-oleh.

Diharapkan nanti ada kerjasama antara pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata teluk Pasarwajo yang berbasis kuliner, masyarakat bisa menyediakan kuliner ataupun perahu dan pemerintah mendapatkannya dari retribusi.

Tinggalkan Balasan