Memberitakan Dengan Fakta

Cara Unik, Nelayan Tradisional Wabula Menangkap Ikan

Cara Unik, Nelayan Tradisional Wabula Menangkap Ikan
Cara Unik, Nelayan Tradisional Wabula Menangkap Ikan
Cara unik warga dan nelayan tradisional Desa Wasuemba Wabula menangkap ikan di laut saat air surut, jumat(03/07/2020)

BUTON,FAKTASULTRA.ID – Nelayan Kecamatan Wabula punya cara unik ketika menangkap ikan di laut,namun tradisi ini dilakukan hanya pada saat air surut.

Nelayan tradisional di Desa Wasuemba Wabula akan menangkap ikan bersama-sama dengan masyarakat namun ini dilakukan dua minggu sekali, cara ini dilakukan dengan menggunakan jaring di laut dan hanya bisa dilakukan saat air dilautan surut.

Yang unik ketika memasang jaring maka masyarakat desa akan ikut bersama-sama menangkap ikan namun ada syaratnya, warga desa hanya boleh menangkap di dipinggiran jaring sementara pemilik jaring akan memanen di dalam jaring.

Menangkap ikan tradisional masih dilakukan oleh masyarakat Desa Wasuemba Wabula, cara ini dilakukan bersama-sama. Masyarakat biasanya akan menangkap ikan dipinggiran jaring dengan melihat gerakan ikan jika ada gerakan dari ikan maka warga berlomba segera menangkap dengan cara menombaknya.

Cara ini selain memupuk kebersamaan juga ramah lingkungan karena dalam jaring warga hanya akan mengambil ikan yang terjebak.

Faktasultra.id mendapat kesempatan ikut menangkap ikan bersama warga. Jaring yang sudah diletakkan di laut untuk menjebak ikan yang berada di situ. Sementara itu satu persatu ikan di pinggiran jaring akan bergerak dan ini akan menjadi rebutan warga yang mencari ikan.

“Yang memasang jaring akan mengambil didalam namun warga bisa ikut menangkap diluar jaring,” ujar Darwis pemilik jaring kepada faktasultra.id, jumat (03/07/2020).

Kata dia jika jaring dipasang pada saat air surut di area laut, biasanya ikan akan berkumpul didalam namun yang tidak ikut masuk kedalam jaring akan berada diluar jaring inilah yang menjadi bagian masyarakat.

“Warga bisa mengambil dicelah-celah luar jaring dengan melihat gerakan ikan lalu menangkap dengan cara ditombak,”katanya.

Namun lanjut dia kegiatan ini hanya akan dilakukan dua minggu sekali menunggu air dapat surut, hal ini bisa menambah kekompakkan warga.

Salah seorang warga Sumiati mengatakan senang menangkap ikan dilaut bersama-sama selain untuk dimakan juga punya kesenangan tersendiri sesaat akan lupa persoalan.

Menurut Simi, kegiatan seperti itu kerap dilakukan masyarakat desa ketika air surut dan biasanya hasil tangkapan untuk makan malam. “Ini untuk makan malam,”katanya.

Tinggalkan Balasan