Memberitakan Dengan Fakta

Peringatan HUT Pasarwajo ke 17 Sebagai Ibukota Kabupaten Buton Digelar Dengan Protokol Covid-19

Peringatan HUT Pasarwajo ke 17 Sebagai Ibukota Kabupaten Buton Digelar Dengan Protokol Covid-19
Peringatan HUT Pasarwajo ke 17 Sebagai Ibukota Kabupaten Buton Digelar Dengan Protokol Covid-19
Rapat sidang paripurna HUT pasarwajo ke-17 sebagai Ibukota Kabupaten Buton, selasa(08/06/2020).

BUTON,FAKTASULTRA.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Buton menggelar sidang paripurna mendengarkan pidato Bupati Buton Drs La Bakry M.Si dalam rangka memperingati HUT ke-17 Pasarwajo sebagai ibu kota Kabupaten Buton.di ruang sidang DPRD Buton,selasa (9/6/2020).

Peringatan HUT ke-17 Pasarwajo sebagai Ibu Kota Kabupaten Buton tahun 2020 berbeda dengan tahun sebelumnya tahun 2020 ini akan diselenggaran di lapangan eks kantor Bupati Buton dengan protokol covid-19 pada rabu (10/6/2020) pagi.

Bupati Buton, La Bakry dalam pidatonya menjelaskan pada peringatan HUT Pasarwajo kali ini nampak suasana lain dari biasanya, kondisi daerah dan dunia masih dilanda pandemi covid-19 sehingga akan menerapkan protokol kesehatan.

“Kita tidak bisa menafikan apa yang telah dilakukan para pendahulu kita menjadi modal besar dalam pembangunan Kabupaten Buton untuk itu sangatlah tepat kiranya jika saya mengingatkan kembali akan sejarah perjuangan para pendahulu kita,”ujarnya ketika menyampaikan pidato HUT pasarwajo ke 17 di DPRD Buton.

Kata dia sejarah perlu dikenang dan diingat untuk mendorong dan memotivasi agar semua pihak bekerja sama dan sama-sama bekerja, bahu-membahu, dalam mengisi dan melaksanakan pembangunan di segala bidang kehidupan sebagai wujud nyata meneruskan cita-cita para pendahulu.

“Untuk itu melalui kesempatan yang berbahagia ini perlu kiranya kita saling mengingatkan di samping kita bergembira, bersukacita juga agar selalu berdoa dan berdzikir, bertafakur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujar Bupati lagi.

Pelaksanaan peringatan pada tahun ini kembali mengingatkan bahwa di usia yang tidak muda kita terus berbenah dan berusaha untuk memanfaatkan Segala potensi dalam mendukung pembangunan. Banyak keberhasilan namun tidak dapat pula kita menampilkan hal-hal yang belum terlaksana.

Tentunya di samping berbagi keberhasilan yang sudah diperoleh masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk meraih masa depan yang lebih baik lagi.

Dia menegaskan beberapa prioritas pembangunan dalam 5 tahun ke depan yaitu melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia baik pendidikan dan kesehatan serta pemberdayaan perempuan. Peningkatan daya saing daerah yang berkelanjutan melalui peningkatan infrastruktur daerah peningkatan nilai tambah ekonomi produk unggulan daerah.

Peringatan HUT Pasarwajo ke 17 Sebagai Ibukota Kabupaten Buton Digelar Dengan Protokol Covid-19

Pelestarian dan pengembangan nilai dan aset budaya serta reformasi birokrasi melalui peningkatan pelayanan publik, ketersediaan sarana dan prasarana pendukung guna lancarnya kegiatan pemerintahan.

Semua prioritas tersebut membutuhkan dukungan penganggaran yang tidak sedikit sehingga pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kinerja anggaran pendapatan dan belanja daerah dengan menggali berbagai potensi sumber pendapatan daerah baik pendapatan asli daerah, dana perimbangan maupun pinjaman daerah.

Fluktuasi anggaran akibat keputusan pemerintah pusat harus dirasakan di daerah karena sebagian besar dana pembangunan masih tergantung pada aliran dana transfer pusat ke daerah, sebagai contoh ketika Beberapa bulan yang lalu terjadi pemotongan oleh pusat disebabkan kesiapan pemerintah menghadapi covid 19 sangat berdampak pada semua aktivitas daerah terhadap hal itu dengan kekuatan anggaran tersebut tentunya pemerintah berusaha membiayai pembangunan secara proporsional dan bertahap.

“Kita menyadari pembangunan sumber daya manusia merupakan bidang yang sangat strategis bagi kemajuan sebuah daerah terutama dalam peningkatan daya saing daerah,”katanya.

Untuk itu maka pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah yang direalisasikan dalam berbagai sektor pembangunan yang meliputi sektor pendidikan, sektor kesehatan dan sektor keagamaan.

Dampak perhatian kita pada ketiga sektor pembangunan tersebut menunjukkan hasil yang lebih baik hal ini ditunjukkan pada angka indeks pembangunan manusia tahun 2017 mencapai angka 64,47 meningkat Dari 63,69 pada tahun 2016. Tahun 2018 mengalami peningkatan menjadi 65,08 sedangkan angka tahun 2019 diperkirakan mengalami kenaikan dengan pertimbangan beberapa intervensi pada sektor-sektor terkait sebagai indikator pembangunan manusia. Dan pada tahun 2020 akan terkoreksi sangat menurun karena dampak dari pandemi covid 19.

Namun dibalik beberapa kemajuan tersebut kita pun menyadari bahwa pada bidang peningkatan kualitas sdm masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di antaranya stunting dan covid 19.

Masalah stunting dan covid-19 adalah masalah yang menjadi tanggung jawab bersama semua elemen masyarakat. Pemerintah sangat meyakini kekuatan yang dimiliki oleh pemerintah tak akan mampu tanpa kerjasama bersama. Stunting berdampak jangka panjang yaitu tingkat kecerdasan dan tumbuh kembang bayi sedangkan cofid19 sangat berdampak kepada kesehatan, ekonomi dan sosial

Tentunya kedua masalah tersebut harus diantisipasi tanpa melupakan masalah lain yang berdampak. Pada tahun-tahun sebelumnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antar wilayah dalam rangka meningkatkan arus barang dan jasa dari sektor produksi ke pasar maka kebijakan yang dilakukan adalah dengan memberikan perhatian pada pembangunan infrastruktur pada kawasan kawasan strategis.

Pembangunan infrastruktur pada berbagai wilayah juga dimaksudkan untuk mengurangi ketimpangan antar wilayah.

Pada tahun 2020 yang lalu sebelum cofid-19 pemerintah juga konsen pada pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan Namun karena kondisi pandemi maka sangat berpengaruh pada rencana awal kecuali infrastruktur bidang kesehatan dan pendidikan.

Untuk itu dukungan pembiayaan dari Dana Desa terhadap pembangunan infrastruktur yang sangat besar tersebut memberi dampak dengan semakin baiknya kondisi infrastruktur di daerah.

Dalam rangka membangun melalui upaya pemanfaatan potensi sumber daya alam maka pembangunan juga diarahkan pada sektor sektor pertanian dan kelautan, pariwisata dan pertambangan.

Pembangunan sektor pertambangan terus digalakkan melalui upaya koordinasi dan sinkronisasi kebijakan pemanfaatan aspal Buton. Penggunaan aspal Buton bukan hanya membutuhkan keseriusan pemerintah pusat untuk mendukung pemanfaatan aspal Buton. Dari sisi kebijakan peraturan Tambang aspal sangat dirugikan karena masih dikelompokkan bersama dengan batubara, sehingga dapat dipastikan hampir setiap kebijakan pembangunan dan data potensi aspal tidak dimiliki oleh pusat akibat nomenklatur aspal masih disamakan dengan batubara. Hal ini sangat sederhana namun kata pepatah Tak Kenal Maka Tak Sayang mungkin sangat cocok disematkan pada aspal saat ini maka dari itu upaya mendorong dan memperkenalkan aspal sudah menjadi target bersama agar aspal dikenal dan disayangi sebagai emas hitam yang potensial untuk dikembangkan guna mendukung pendapatan negara dan daerah.

Sektor pertanian kita juga menggalakkan pertanian jangka panjang dan perlindungan tanaman jangka pendek. Potensi kelapa merupakan potensi yang dapat diandalkan ke depan ketika dunia krisis bahan bakar mineral maka Indonesia melalui biodiesel (B-30 dan B-50) mampu menghasilkan bahan bakar ar bersumber dari kelapa.

Di samping manfaat lainnya Hal ini merupakan peluang yang harus ditangkap dan memanfaatkan agar petani kita kedepan lebih maju dengan melihat daya dukung lahan dan kemampuan tanah yang cocok untuk pertanian tersebut.

Sektor perikanan dan kelautan merupakan anugerah dari yang maha kuasa kepada Buton. Luas lautan lebih luas dari daratan artinya potensi tersebut cukup menjanjikan jika dikelola secara maksimal sesuai dengan kewenangannya.

Sektor pariwisata merupakan potensi sumber pendanaan bagi pemerintah banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan baik potensial maupun budaya di sekitar kita juga ada daerah pengembangan wisata baru Hal ini menjadi peluang untuk mendukung upaya pemerintah pusat dalam meningkatkan wisata sebagai pundi-pundi pembangunan. Semua sektor sektor andalan semua sektor sektor andalan tersebut merupakan andalan kekuatan yang kita miliki guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan percepatan kesejahteraan masyarakat kita.

Pergerakan pada sektor-sektor di atas tentunya berdampak pada bergeraknya rata-rata pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan gimana tahun 2017 sebesar 4,93% dari sebelumnya 4,74%, tahun 2018 mencapai 5,05 tahun 2019 mencapai 5,09 dan pada tahun 2020 diproyeksi akan mengalami pertambahan biar year on Year karena tidak berjalan normalnya aktivitas ekonomi di masa pandemi. Hal ini tentu berdampak pada pendapatan masyarakat dimana tahun sebelumnya mencapai 27 Juta lebih per tahun akan terkoreksi menurun pada akhir tahun 2020 hal ini juga berdampak pada masalah kesejahteraan masyarakat. Angka kemiskinan tahun sebelumnya 13, 67% maka di tahun 2020 dipastikan akan meningkat 2 sampai 5% di akhir tahun.

Kondisi tersebut merupakan dilema dalam pembangunan di mana perbaikan ekonomi dan kesejahteraan merupakan amanah yang harus dicapai di sisi lain ancaman cofid19 merupakan hal yang tidak bisa dianggap remeh karena bisa berdampak pada masalah ekonomi, sosial dan kesehatan.

Masyarakat Buton pada umumnya tim penanganan covid 19 meliputi TNI, Polri, tim medis dan tim bantuan sosial sebagai garda andalan terdepan serta anak-anak yang belum rutin bersekolah sampai saat ini, rindu, marah, campur jenuh rasanya menghadapi situasi saat ini, di mana hari-hari yang dilewati pasti dan tidak pasti kapan wabah ini berakhir dengan doa dan harapan agar kita kembali ke kehidupan normal.

Kehidupan new normal di masa tanggap darurat virus corona harus menghadapinya dengan sabar tawakal, tulus ikhlas, pasrah lahir dan batin, disertai ikhtiar yang berkelanjutan dengan Ikuti protokol kesehatan.

Tinggalkan Balasan