
BUTON,FAKTASULTRA.ID – Geliat Pemerintah Daerah Kabupaten Buton dalam menangani stunting di daerah sangat serius, Pemerintah Daerah menggelar rembuk stunting diaula kantor Bupati Buton, senin(29/06/2020)
Bupati Buton Drs La Bakry M.Si yang membuka kegiatan mengatakan untuk menangani stunting dilakukan penanganan yang lebih cepat sehingga generasi muda di Kabupaten Buton tumbuh dengan baik dan produktif.
“Saat ini untuk penanganan stunting Kabupaten Buton meraih urutan ketiga terbaik di Sultra,”Beber dia.
Kata dia perhatian pemerintah tersebut diharapkan nanti tidak ada anak- anak yang stunting dengan memberikan pemahaman kepada orang tua agar anak diberikan makanan yang bergizi.
“Negara kita mengalami kerugian 300 triliun akibat stunting inilah kerugian totalitas akibat rendahnya produktifitas anak-anak Indonesia,”kata dia lagi.
Untuk Buton mulai tahun ini program stunting kan dicanangkan di semua OPD juga para kades/lurah memasukan kegiatan stunting pada program kerja desa/kelurahan.
Dia juga meminta agar dilakukan pendataan anak dan harus detail siapa saja yang stunting agar di deklarasikan.
“Jangan malu dikatakan stunting ini masih bisa kita cegah,”kata dia.
Selain OPD lanjut dia Kemenag dimintanya agar saat Pernikahan di Buton perlu dibekali dengan ilmu pengetahuan tentang stunting sehingga anak-anak yang lahir nanti sehat dan berproduktif.
Melalui aksi Kepo salah satu Inovasi dalam menangani stunting di Buton mendapatkan perhatian dari pemerintah Sultra.Melalui aksi ini diharapkan dapat menjadikan generasi masa depan mampu bersiang dengan industri starup saat ini.
“Programkan baik jangka pendek dengan pemberian vitamin, jangka menengah dan jangka panjang,”harap La Bakry.
Untuk jangka menengah beri pemahaman kepada orangtua dan ini harus jadi gerakan, pemahaman ini harus dirubah sehingga anak mempunyai gizi yang baik.
Kepala Bappeda Buton Ahmad Mulia menuturkan ada 25 desa yang menjadi lokus stunting Di Buton ini, akan menjadi perhatian pemerintah.
Untuk mengatasi stunting ada delapan aksi yang dilakukannya diantaranya Bappeda sudah sudah memfasilitasi di desa 900 orang sebagai Kader Kepo yakni orang yang mau tau.
“Kader kepo ini telah membawa nama baik Buton di Sultra berhasil meraih juara ketiga,”ujarnya.
Pemerintah kabupaten Buton yang meraih juara 3 penilaian pembangunan Daerah ( PPD) dulu namanya pankripta ada tinkat nasional dan ada tingkat provinsi sulawesi tenggara.Indikator penilaian terdiri dari beberapa indikator makro pembangunan konsistensi dokumen perencanaan dan inovasi daerah.
“yang kebetulan kita bawakan kader keppo bagian dari unsur penilaian dari PPD hal ini yang diumumkan waktu musrenbang provinsi kemarin, piagamnya belum diambil karena pandemik ini, juara 1 Kolaka kedua Baubau dan ketiga Buton, “ujarnya.











