
BUTON,FAKTASULTRA.ID – Pemerintah Daerah Kabupaten Buton terus berupaya melakukan pencegahan stunting salah satunya dengan menerapkan unsur budaya daerah.
Hal ini dikatakan Kepala Bappeda Kabupaten Buton, Ahmad Mulia, SPt, MSi saat menggelar rapat koordinasi Aksi II, Penyusunan program penurunan stunting Kabupaten Buton Tahun 2020 di Aula Rapat Bappeda Kabupaten Buton, Senin, 22 Juni 2020.
Kepala Bappeda Buton Ahmad Mulia mengatakan penerapan unsur budaya dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk mencegah stunting apalagi sejak 1000 hari kelahiran anak sudah diberikan imun.
“Dalam penanganan stunting di Kabupaten Buton akan lebih baik menerapkan unsur budaya juga, ini salah satu cara untuk mencegah stunting,”kata dia.
Dijelaskannya budaya Buton ada tradisi Pedole-dole merupakan sarana untuk menguatkan imun ala Buton. “Nah, Pencegahan stunting adalah pada 1000 hari kehidupan. Kita di Buton, ketika masih bayi dilakukan ritual Dhole-dhole. Ritual ini untuk menguatkan imun bayi. Ini juga dapat digunakan sebagai sarana untuk mencegah stunting pada 1000 hari kehidupan tersebut,”beber dia.
Selain itu lanjut dia tradisi pingitan misalnya, dapat dijadikan sarana dalam pencegahan stunting. Posuo diperuntukan bagi gadis remaja sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Ini penting, sehingga nantinya dalam edukasi ke masyarakat dapat dijadikan sarana publishing untuk mengedukasi masyarakat dalam mencegah stunting.
Namun iapun menyampaikan untuk masalah stunting di Kabupaten Buton diperlukan kerja sama dari stakeholder ataupun instansi terkait untuk terlibat berkoordinasi dan melakukan sosialisasi dalam upaya penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Buton.
“Semua OPD bergerak untuk melakukan pencegahan stunting sesuai dengan tupoksinya masing-masing,” katanya.
Iapun meminta agar semua OPD terkait untuk segera menyusun program dan langkah strategis dalam penurunan stunting di Kabupaten Buton ke depan.
Rapat tersebut terlaksana sebagai wujud pelaksanaan Aksi dua Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Buton dan berdasarkan hasil Rapat Koordinasi sebelumnya tanggal 16 Juni 202 lalu.











