
BUTON,FAKTASULTRA.ID – Pemberlakuan new normal di Buton bakal diberlakukan namun Ketua Ikatan Dokter Indonesia(IDI) Buton Dr Hayun menyarankan agar pemberlakuannya ditunda dahulu.
“Pemberlakuan new normal jika trend PDP terus menurun namun yang terjadi di Buton PDP meningkat dalam dua minggu ini,”terang Ketua IDI.
Penerapan New normal ini lanjut dia mesti harus hati-hati pasalnya trend kasus PDP dan dua minggu meningkat padahal new normal targetnya jika PDP menurun.
“Trend kasus meningkat, begitu juga dengan hasil swab 28 pasien reaktif baru tiga yang keluar, saran kami keluar hasil swab baru kita terapkan new normal,”ujarnya.
Kata dia lagi penerapan new normal tidak cukup dengan himbauan pasalnya penerapan jaga jarak saja masih banyak dilanggar walaupun di kalangan RS.
Untuk itu dimintanya agar penerapan new normal jika hasil swab 28 pasien reaktif sudah keluar dan diumumkan satgas covid – 19 Provinsi Sultra.
“Hasil swab belum keluar nanti provinsi yang akan umumkan,”katanya lagi.











