Memberitakan Dengan Fakta

Empat Kecamatan di Buton Dapat Bantuan Bedah Rumah

Empat Kecamatan di Buton Dapat Bantuan Bedah Rumah
Empat Kecamatan di Buton Dapat Bantuan Bedah Rumah
Bupati Buton drs La Bakry M.Si, Wabup Buton Iis Elianti, Sekda Buton Ir Laode Zilfar Djafar M. Si, Plt Kadis Perkim Nurul Kudus ketika menyerahkan secara simbolis bantuan kewarga, aula kantor bupati Buton senin(08/06/2020)

BUTON, FAKTASULTRA. ID -Terdapat empat kecamatan, sembilan desa yang ada di Kabupaten Buton mendapat program bantuan stimulan perumahan swadaya (BAPS) atau yang lebih dikenal bantuan bedah rumah tahun 2020.

Dari empat kecamatan ini mengakomodir kurang lebih 116 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu)

Koordinator lapangan program bedah rumah Yusuf mengatakan adapun kecamatan yang mendapat bantuan dari program tersebut diantaranya, kecamatan Pasarwajo, Wabula, Kapontori dan Wolowa.

Dia mengatakan terdapat kurang lebih 180 rumah yang akan dibedah namun yang terealisasi 116 rumah dan tersebar di 9 desa/kelurahan, Program BSPS ini bersumber dari anggaran APBN melalui Kementerian PUPR Dirjen Penyedian Perumahan.

“Program ini khusus bagi warga yang rumahnya belum layak huni, fasilitator yang bekerja di lapangan melakukan identifikasi dan verifikasi penerima bantuan,” ujar, yusuf, senin(08/06/2020).

Mekanisme alokasi anggaran tidak dikelola oleh pemerintah, melainkan langsung diterima oleh penerima manfaat dalam bentuk barang dengan bekerja sama pihak bank.“Jadi penerima bersama fasilitator wajib membuat rincian kebutuhan material sesuai kebutuhan penerima,” jelasnya.

Ia berharap, agar semua elemen masyarakat terlibat aktif mengawasi dan melakukan pembinaan apalagi ini sifatnya swadaya.

Bupati Buton drs La Bakry M.Si mengatakan bantuan bedah rumah tersebut untuk menjadikan rumah warga layak huni dan sehat sehingga bisa membesarkan anak-anaknya semua dirumahnya.

“Rumah yang belum punya atap menjadi prioritas dan bantuan ini sifatnya swadaya nanti bisa di bantu kayu, batako atau semen dari keluarganya jika masih kurang,”harap La Bakry.

Yang penting lanjut dia penerima bantuannya harus punya tanah dan fondasi walaupun Rp 17,5 juta tidak cukup tapi ini tamabahan dari pemerintah untuk membantu rumah warga yang belum layak huni.

Pemerintah berharap dengan bantuan tersebut warga dapat menempati rumah sehat layak huni sehingga tidak ada lagi diantara keluarga-keluarga di Buton yang tinggal di tempat tidak layak huni.

“Kades harus pantau, saya pastikan akan dikontrol jangan sampai disalah gunakan ini bantuan ini senilai Rp 17.5000, namun Rp 2,5 juta untuk upah tukang,”bebernya lagi.

Kata dia lagi saat ini pemerintah daerah akan mengupayakan pengusulan di Pemprov untuk perumahan juga namun bantuan ini akan diberikan kepada warga yang belum dapatkan bantuan serupa.

“Bantuan ini jangan ditukar dengan barang lain, bangunkan rumah, Ini disyukuri bersama keluarga kita dikasih bantuan ini,”katanya.

Tinggalkan Balasan