
(Foto:Kominfo Baubau)
BAUBAU,FAKTASULTRA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau mulai menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terkena akibat dampak pandemic covid-19, bantuan sembako tersebut nilainya Rp 500.000,per KK. di rujab Walikota Baubau Senin (18/5).
Menurut Walikota Baubau Dr H AS Tamrin MH, penyerahan bingkisan sembako dari APBD Kota Baubau kepada masyarakat terdampak covid-19 merupakan hasil kerja keras dari semua pihak karena diketahui ditengah kesibukkan yang luar biasa akhir-akhir ini dalam menangani pandemic namun atas kesabaran yang menjadi senjata kedisiplinan, kepatuhan terhadap berbagai macam himbauan termaksud juga masyarakat yang diharapkan harus sabar dan patuh terhadap rambu rambu maupun SOP yang ada.
Dikatakan ketua DPD PAN Kota Baubau ini, penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak yang nilainya sebesar Rp 500 ribu per KPM tersebut haruslah tepat sasaran dan tepat jumlahnya karena jumlah bantuannya disamakan dengan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sultra.
Diakui memang penyerahan ini bila dikatakan tepat jumlah tepat waktu tepat sasaran itu harus. Hanya saja, didalam menangani orang banyak sering kali tidak seindah aslinya.
Sebenarnya Pemkot Baubau ungkap AS Tamrin, sejak minggu yang lalu sudah ingin menyalurkan bantuan sembako ini kepada masyarakat namun pihaknya masih menunggu daftar dari Pemrov Sultra sebab jangan sampai begitu dibagi dari Pemrov Sultra ada daftar nama orang yang sama. Sementara nama itu sudah tidak bisa rubah-rubah lagi sehingga memang serba dilema sehingga sering Pemkot Baubau disoroti soal hal ini.
“Kita menguatkan saja yang penting baik dari instansi sosial atau dari donator betul-betul keihlasan dan semangat sementara dari masyarakat diharapkan ada pengertian karena timbal balik antara arus bawah dan arus atas sinkronisasi diharapkan sebagaimana semangat PO 5,”ungkapnya
Orang nomor satu di Kota Baubau ini meminta dan mengingatkan kepada Camat dan Lurah untuk harus mengikuti dan memantau termaksud ada RT dan juga relawan misalnya karang taruna harus pro aktif membantu camat dan lurah. Disamping itu, memberikan penjelasan menenangkan masyarakat seperti misalnya tepat waktu
karena kadang-kadang masyarakat mengeluh mengharapkan lebih awal datangnya bantuan. Padahal, tidak mengetahui bagaimana mekanisme yang ada di Pemkot Baubau.
Diakui AS Tamrin, menangani orang banyak sesungguhnya tidaklah mudah karena butuh ketulusan keihklasan dalam melayani. Apalagi, dalam situasi seperti sekarang ini.
“Namun yang pasti, janganlah terbebani tetapi betul-betul ada niat yang tulus untuk mengobankan tenaga dan waktunya untuk ikut berpatisipasi. Dan juga jumlah bantuan harus sama dan jangan dobol-dobol yang dapat bantuan,”tukasnya.
Sementara itu, Kadis Sosial Kota Baubau La Ode Abdul Rajab menegaskan, bantuan sembako yang dananya bersumber dari APBD Kota Baubau ini akan disalurkan kepada 11236 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ada di Kota Baubau. Sedangkan sisanya 7630 KPM dari total jumlah keseluruhan KPM di Kota Baubau sebanyak 19127 KPM akan menerima bantuan sembako dan uang tunai dari Pemprov Sultra.











