
BUTON,FAKTASULTRA.ID – Bupati Buton Drs La Bakry M.Si melakukan video confrence (Vicon) dengan Gubernur Sultra H Alimazi SH dan Bupati/walikota se – Sultra di kantor Bupati Buton senin(11/05/2020).
Ketika menyampaikan laporannya, La Bakry mengatakan untuk penanganan dan pencegahan corona/covid-19 di Buton pemerintah menyiapkan anggaran sebersar Rp 33,7 miliar, untuk pencegahan dan penanganan kesehatan sebesar Rp20,7 miliar, Jaring pengaman Sosial sebesar Rp 7,4 miliar dan dampak ekonomi Rp 5,5 miliar
“Sesuai arahan Kementrian Keuangan yang terakhir dimana terjadi pemotongan anggaran di Buton menyiapkan anggaran Rp 33,7 miliar, untum tiga kegiatan yang bersumber dari belanja tak terduga Rp 22 miliar dan retribusi dari Dinkes dan RSUD Buton sekitar Rp 9 miliar,”bebernya.
Dijelaskannya dibidang pencegahan sudah dilakukan sejumlah kegiatan membangun 7 pos di pintu masuk Kab.Buton, tiga sif dengan personil tenaga kesehatan, TNI, Polri dan satpol PP untuk memantau masuknya warga dari luar kabupaten baik anak daerah maupun tenaga kerja luar daerah.
“Kami juga sudah dilakukan kerjasama TNI/Polri dengan melakukan penyemprotan disinfektan di tempat umum dan sekolah diawal untuk memastikan tetap steril,”ujarnya lagi.
Masih pencegahan juga lanjut La Bakry Pemda Buton melakukan penambahan ruang isolasi RSUD Buton dari 1 menjadi 6 ruang isolasi, kegiatan lainnya karantina warga Buton yang pulkam dari Obi.
Penanganan dampak ekonomi dengan melakukan pendataan sejak awal kepada pelaku ekonomi pedagang, tukang ojek, sopir, nelayan dan petani dan data itu sudah dikoordinasikn dengan pemprov untuk memberikan stimulan sehingga setiap kegiatan di kelompok masyarakat tetap berlangsung dengan keterbatasan akses diluar.
“Kami berharap seluruh kegiatan masyarakat disemua mata pencarian tetap berlangsung,”katanya.
Program jaring keamanan sosial ada penambahan 9.058 KK dalam bentuk BLT dari Kemensos, ini ada hubungannya dengan desa sehingga bantuan BLT dari desa yang tersalur tepat untuk menghindari tumpang tindih.
“Dana desa yang diperuktukkan untuk covid tidak terpakai semua karena sebagaian besar sudah mendapat bantuan dari kemensos,”ujarnya.
Melalui rapat Forkopimda lanjut dia lagi BLT dari Pemda menjadi bantuan beras 200 ribu atau setara 20 kilogram diberikan keapda warga sesuai verifikasi data RT/TW saat menghadapi puasa.
Dia juga mengatakan jika covid berakhir maka alokasi anggaran tidak akan terpakai seluruhnya jika bulan juni tuntas.
Kondisi terakhir Data ODP sebanyak 8, OTG sebanyak 21, Sedang dalam pantauan 561, selesai pemantauan 2394 dan Pelaku perjalanan 2908.
Vicon tersebut dihadiri Wakil Bupati Buton Iis Elianti, Sekda Buton Ir Laode Zilfar Djafar M.Si, Kadis Kesehatan, Kadis Ketahanan Pangan, Kepala BPBD, Kadishub, Direktur RSUD Buton, Kadis Pertanian,Kepala BPKAD.











