
OPINI,FAKTSULTRA.ID – Era revolusi industri 4.0 yang sedang kita hadapi saat ini menuntut kita para pendidik untuk menyiapkan lulusan yang siap berkompetensi. Di era ini, dosen harus memiliki motivasi dalam mengembangkan pembelajaran inovatif yang berdasarkan riset dan pengabdian.
Penulis La Jeti S.Pd.,M.Pd
Mewujudkan perguruan tinggi yang berdaya saing, tentunya bukanlah hal yang mudah dan bukan pula sesuatu yang amat sulit untuk diwujudkan. Kunci utamanya adalah pengimplementasian tri dharma perguruan tinggi yang sinergis antara pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hal inilah yang menjadi tugas utama dosen.
Hasil penelitian maupun pengabadian dapat dikembangkan untuk menjadi sebuah referensi, baik itu untuk pembelajaran maupun buku bacaan umum. Jangan biarkan tulisan kita hanya sampai pada publikasi jurnal lokal,namun harus mampu mencapai ranah nasional maupun internasional.
OMNIScriptum mengajak para dosen dan penulis untuk mempublikasikan tulisan yang berdasarkan riset dan pengabdian kepada masyarakat. Penerbit ini merupakan penerbit yang didirikan oleh Dr. Wolfgang Philipp Müller pada tahun 2002. Sejak tahun 2005 OMNIScriptum mempunyai banyak program dan berskala internasional dengan fokus tidak hanya buku non fiksi tetapi juga fiksi.
Buku OMNIScriptum kemudian di launcing pada beberapa negara antara lain Europe, Africa, South America and Asia. Untuk menerbitkan buku pada penerbit ini menggunakan beberapa bahasa antara lain German, English, French, Russian, Spanish, Portuguese, Turkish, Hungarian, Chinese, dan Scandinavian.
OMNIScriptum telah banyak mempublikasikan tulisan-tulisan berdasarkan hasil riset maupun pengabdian yang didasarkan pada pengamatan.
Berberapa perguruan tinggi ternama di Indonesia telah bekerjasama untuk mempublikasikan buku berstandar internasional.
Lantas bagaimana dengan Universitas lainnya yang ada di jazirah kepulauan Buton? Dalam hal ini tentunya harus siap untuk mengembangkan inovasi pembelajaran yang berorientasi pada hasil riset dan pengabdian guna mewujudkan generasi berdaya saing dan berkarakter.
Apa itu OMNIScriptum dan orientasinya ? OMNIScriptum merupakan salah satu publisher yang dikenal sebagai LAP (Lambert Academic Publishing) di Jerman. Penerbit ini tidak hanya mengajak para dosen dan penulis untuk mempublikasikan tulisan dalam berbagai bidang keilmuan namun penerbit ini juga menawarkan royalty sebesar 30% dari setiap penjualan buku secara online (online books store).
Karya-karya yang terpublis tentunya telah melalui proses editor dengan tim yang handal untuk mereview tulisan-tulisan yang ada agar terhindar dari unsur plagiarism. Apabila ditemukan adanya plagiarism atau duplicate, maka tulisan tersebut secara otomatis gugur.
Artinya, penulis tidak diperbolehkan untuk mengedit dan mengajukan kembali tulisan tersebut. Oleh karena itu, tulisan harus murni hasil penelitian dan pengabdian dengan sumber yang jelas dan dapat dipertangguang jawabkan. Buku yang layak terbit akan disesuaikan dengan template, dilay out, diprint serta dipromosikan oleh pihak penerbit ke berbagai negara secara online dengan harga EURO ($).
Menariknya lagi, tidak terdapat pungutan biaya penerbitan dan karya penulis tidak dapat dipublikasikan dan diperdagangkan oleh pihak penerbit sebelum mendapatkan persetujuan penulis.
Orientasinya dari penerbitan ini sangatlah penting. Bagi dunia internasional pengajaran harus berdasarkan riset dan pengabdian, minimal pengamatan lapangan untuk menyamakan teori dan fenomena lapangan. Apakah penting bagi perguruan tinggi? Ya,tentu sangatlah penting karena perguruan tinggi merupakan institusi akademik yang mengupdate informasi dalam berbagai keilmuan bagi mahasiswa, masyarakat bangsa dan negara.
Apakah riset dan pengabdian anda dijadikan sebagai sumber pembelajaran? Hasil riset tentunya akan menarik jika dipublikasi dalam bentuk paper/jurnal ilmiah baik itu nasional maupun internasional yang reputasi dan kredit pointnya juga menarik, bukan ? Ya, tentu menarik.
Dunia akademisi melakukan riset berkala untuk mempublikasikan jurnal yang terindeks scopus dan digunakan sebagai kebutuhan kenaikan pangkat atau jabatan. Setelah terpublish, selesailah riset. Berbagai pertanyaan muncul. Apakah hasil riset dan pengabdian itu digunakan sebagai pembelajaran bagi mahasiswa dan masyarakat? Seberapa besar minat mahasiswa dan masyarakat luas untuk membaca paper/jurnal? Peluangnya sangatlah kecil untuk dibaca dan dijadikan sumber referensi.
Mengapa demikian? Sebab, publikasi paper/jurnal bereputasi tersebut sulit diakses oleh mahasiswa bahkan berbayar atau dilocked sehingga bagi mahasiswa atau pihak yang mencari referensi dalam objek penelitiannya tidak pernah terpecahkan masalahnya karena keterbatasan akses dan skala publikasi yang tidak mampu dijangkau.
Oleh karena itu, OMNIScriptum memberi peluang bagi dosen dan penulis untuk mempublikasi tulisan atau karya-karyanya di LAP (Lambert Academic Publishing), agar riset dan pengabdian penulis dapat terimplementasi tidak hanya sekedar pemenuhan kenaikan pangkat dan jabatan tetapi dapat dijadikan referensi pembelajaran perkuliahan dan pemecahan masalah dilapangan.
Bagi para dosen dan penulis jangan biarkan hasil riset anda menganggur, hanya sebatas publikasi jurnal tetapi tulisan anda dapat terpublish untuk dipromosikan di berbagai negara dengan royalty 30% dari penjualan buku anda. Para penulis mendapatkan ID number, sebagai bukti bahwa anda merupakan anggota panelis dari OMNIScriptum.











