
(foto:istimewa)
BAUBAU,FAKTASULTRA.ID – Wali Kota Baubau H AS Tamrin melakukan teleconference dengan Gubernur Sultra, H. Ali Mazi bersama dengan 16 bupati dan wali kota se-Sultra Jum’at,di rujab Walikota 3 April 2020.
Turut hadir dalam teleconference, Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse, Sekda Kota Baubau, Dr Roni Muhtar dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Baubau.
Dalam kesempatan ini, Dr AS Tamrin menyampaikan beberapa hal mengenai situasi penanganan Covid-19 di Kota Baubau. Pertama, Pemerintah Kota Baubau telah membentuk gugus tugas yang melibatkan seluruh komponen sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Gugus tugas telah melakukan berbagai upaya, diantaranya sosialisasi dan mediasi kepada masyarakat terkait upaya penanggulangan Covid-19. Lalu penyemprotan disinfektan di tempat tertentu mulai dari masjid, fasilitas umum seperti pasar, terminal dan lainnya.
“Untuk penyemprotan ini, Pemkot Baubau bekerjasama dengan Polres Baubau. Juga ada keterlibatan masyarakat dan partai politik yang ikut bahu-membahu melawan Corona,” katanya.
Dr AS Tamrin juga melaporkan update status Orang Dalam Pemantauan (ODP). Kata Wali Kota Baubau, pada 25 Maret 2020 terdapat 484 orang yang tercatat. Pada 31 Maret, tersisa 193 orang dan pada 2 April sisa 59 orang.
“Untuk PDP kosong, begitu pula status positif kosong,” katanya.
Dikarenakan Baubau adalah daerah terbuka, maka pengawasan terhadap orang yang masuk diperketat. Prosedur isolasi diri selama 14 hari diwajibkan bagi mereka yang baru tiba dari daerah terinfeksi yang dipantau secara ketat oleh petugas kesehatan, lurah dan camat.
Pemerintah Kota Baubau juga sudah mengambil beberapa kebijakan untuk memutus mata rantai penularan. Salah satunya dengan menutup Tempat Hiburan Malam (THM) dan objek wisata yang bisa memicu penumpukan massa.
Dr AS Tamrin juga melaporkan kondisi Alat Pelindung Diri (APD) yang dimiliki. Saat ini APD masih terbatas, namun Pemkot Baubau sementara memasok persediaan.
“Alhamdulillah kita juga dibantu beberapa pihak untuk APD ini. Ini adalah bentuk kepedulian untuk bersama melawan Corona ini,” katanya.
Selanjutnya, sesuai dengan arahan Mendagri, Pemkot Baubau sudah melakukan pergeseran anggaran untuk penanggulangan Covid sebesar Rp 23,9 miliar ditambah belanja tak terduga Rp 8 miliar.
Ia juga melaporkan ketersediaan stok sembako. Berdasarkan koordinasi dengan pihak Bulog, stok sembako masih cukup untuk beberapa bulan mendatang.
“Kita juga buat program masing-masing kelurahan mendata warganya untuk mendapat sembako khususnya beras dengan harga normal. Dari data itu, Bulog mendistribusikan ke masing-masing kelurahan,” katanya.
Terakhir mengenai penunjukan RSUD Kota Baubau sebagai rumah sakit rujukan Covid-19. Wali Kota Baubau menjelaskan, pada Rabu 1 April lalu telah mengundang wilayah cakupan rujukan, diantaranya Kabupaten Buto, Busel, Butur dan Wakatobi untuk menyatukan persepsi mengenai SOP, kesiapan SDM dan anggaran.
“Semua bersepakat. Kami juga mengharapkan dukungan dari Gubernur Sultra untuk mendukung kesiapan SDM maupun penganggaran agar seluruh penanganan berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada sehingga wabah ini bisa diatasi secara bersama-sama,” katanya.











