Memberitakan Dengan Fakta

Tapal Batas Buton dan Busel Tuntas

Tapal Batas Buton dan Busel Tuntas
Tapal Batas Buton dan Busel Tuntas
Sekda Buton Ir Laode Zilfar Djafar M.Si Sekda Busel Drs La Siambo bersa tokoh masyarakat Buton dan Busel saat mengecek tapal batas dua wilayah

BUTON,FAKTASULTRA.ID – Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Buton Laode Zilfar Djafar menegaskan pembahasan soal tapal batas wilayah di antara kedua kabupaten Buton dan Buton Selatan sudah selesai.

Penyelesiakan tapal batas tersebut diselesaikan pasca tim teknis dari Buton dan Buton Selatan yang diwakili Sekda masing-masing kabupaten langsung mengecek lokasi di perbatasan Burangasi dan Wabula dihadiri perwakilan ketua adat, tokoh masyarakat setempat, selasa lalu.

“Untuk masalah tapal batas kesepakatan antara dua wilayah antara pemerintah wilayah kabupaten Buton dan Kabupaten Buton Selatan ataupun masyarakat yang berbatasan sebenarnya tidak ada masalah terhadap tapal batas itu,”ujar dia ketika ditemui kamis(23/04/2020).

Dia menjelaskan yang bermasalah itu pada saat penyusunan rencana tata ruang wilayah Kabupaten Buton Selatan oleh BGI yang memploting batas wilayah yang berbeda dengan kesepakatan antara dua pemerintah dan ini ada yang di rugikan khususnya Kabupaten Buton.

Lebih lanjut dia mengatakan oleh tim tekhnis dari penyusunan Kabupaten Buton Selatan mengikuti arahan dari BGI di situlah Pemda Buton langsung di undang berkunjung ke Buton Selatan untuk membahas itu secara tekhnis.

” Jadi solusinya kita coba mengadakan survei langsung ke lapangan betul kah pemerintah pusat dalam hal ini BGI (Badan Geo Spasial) itu datanya memasukan kawasan ini sudah sesuai dengan kondisi lapangan yang sudah di sepakati ternyata berbeda,”beber dia.

Berdasarkan perbedaan ini lanjut dia disepakati dengan pemerintah Buton Selatan dan masyarakat yang berbatasan akan kordinasi ke BGI untuk di luruskan kembali bahwa data yang mereka masukkan dalam peta rupa bumi tidak tepat dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan merugikan salah satu pihak.

“Jadi di usulkan kembali dan masyarakatnya juga setuju karena memang salah dan tim yang salah itu dari pemerintah pusat, dan telah di survei lapangan kedua masyarakat maupun tokoh adatnya kedua daerah,”katanya lagi.

Jadi kata dia lagi untuk perbatasan secara keseluruhan hasil survei kita yang berbatasan dengan kecamatan wabula, lapandewa dan burangasi itu untuk tapal batas sudah disepakati dan tuntas.

Tinggalkan Balasan