
BUTON,FAKTASULTRA.ID – Meskipun di Buton saat ini masih aman kasus corona (COVID-19) namun Kepala Kemenag Buton H Muhtar menghimbau agar salat tarwih ramadhan 1441 H dilakukan di Rumah saja.
Hal ini diungkapkannya usai menandatangi 13 himbauan bersama satgas percepatan penanganan Covid – 19 Buton, yang dihadiri Wakapolres Buton Kompol La Umuri, Danramil 1413-07 Pasarwajo, Ketua MUI,Baznas, Ketua NU,Ketua PW Muhammadiyah di aula kantor Bupati Buton senin (13/04/2020).
H.Muhtar menjelaskan dari 13 himbauan bersama tersebut diantaranya menetapkan umat islam wajib menjalankan ibadah puasa, sahur dan buka puasa dilakukan bersama keluarga, salat tarwih dilakukan secara individual atau berjamaah di rumah, tadarus al quran di rumah, buka puasa bersama lembaga swasta atau pemerintahan mesjid maupun mushola ditiadakan, nuzulul qur’an ditiadakan, tidak diperbolehkan keliling salat, takbir, pesantren kilat.
“Nuqul Qur’an ditiadakan dahulu tahun ini,”katanya lagi.
Dia juga menghimbau agar warga jangan panik dengan kondisi saat ini namun tetap harus waspada dengan mematuhi himbauan pemerintah sehingga dapat bersama-sama memutus mata rantai virus corona ( Covid-19 ).
Kata dia mespikun Bayar Zakat Masih Bisa di lakukan di Mesjid namun disarankan dengan uang tunai sehingga mengurangi kontak fisik bahkan kerumunan massa.
Ia juga menambahkan untuk salat idul fitri nanti pihaknya masih akan menunggu intruksi pusat dilakukan secara berjamaah atau di rumah juga.”Salat idul fitri nanti kita tunggu intruksi dari pusat,”ujarnya.
Sementara itu Bupati Buton Drs La Bakry M.Si mengatakan baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sudah mengeluarkan himbauan bersama untuk diikuti meskipun daerah Buton masih aman namun hal tersebut harus diikuti agar semua aman dari covid 19.
“Dengan mengikuti imbauan pemerintah pusat ataupun daerah, sebagai ikhtiar mudah-mudahan kita semua bisa aman dari virus ini,”ujarnya.
Dijelaskannya mulai dari edaran menteri agama, MUI semua sifatnya himbauan untuk membatasi pergerakan sehingga tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Dia juga meminta agar semua warga dapat memantau dan melaporkan jika ada warga baru yang masuk di Buton sehingga dapat diisolasi sesuai prosedur yang ada.
Dia juga mengingatkan kalaupun warga akan melaksanakan salat tarwih berjamaah di mesjid harus dipastikan tidak ada warga dari kampung lain apalagi warga baru hal ini untuk mewaspadai masuknya virus corona atau covid 19.











