Memberitakan Dengan Fakta

Diborong Warga, Beras Mulai Langka di Buton

Diborong Warga, Beras Mulai Langka di Buton
Diborong Warga, Beras Mulai Langka di Buton
Warga yang membeli beras di salah satu toko di Pasar Sabho Buton, rabu 25 maret 2020.

BUTON,FAKTASULTRA.ID – Beberapa hari terakhir warga di Sekitaran Pasarwajo memborong beras di Pasaran walhasil stok beras di toko-toko mulai langka bahkan stok beras ukuran 50 kilogram habis diborong warga, rabu (25/03/2020).

Salah seorang pedagang di Pasar Sabho La Tambuasa mengatakan sejak ada isu penutupan pasar karena wabah virus corona hari sabtu lalu, warga berbondong-bondong datang memborong beras di tokonya.

Kata dia saat ini stok beras yang ada di toko untuk merk beras padi mas habis terjual begitupun dengan stok beras ukuran 50 kilogram semuanya habis diborong warga.

“Sejak isu penutupan pasar warga berdatangan memborong beras, saat ini merk padi mas dan beras ukuran 50 kilogram habis terjual,”ujarnya ketika ditemui rabu (25/03/2020).

Dia juga mengatakan stok beras yang ada saat ini tinggal merk salak juga anak beruang yang di bandrol dengan harga Rp 270 ribu untuk beras salak dan Rp 285 untuk merk anak beruang.

Katanya stok beras akan datang kembali jika ada pasukan baru dari kapal yang akan tiba di Baubau-Buton, namun saat ini yang tersisa tinggal beberapa karung saja.

“Yang kita kuatirkan jika tidak ada kapal masuk membawa beras, saat ini saja stok di toko mulai menipis,”paparnya lagi.

Kata dia lagi saat ini pihaknya melakukan pembatasan pembelian beras, hanya diperbolehkan sebanyak lima karung untuk satu RT mengingat masih banyak warga yang membutuhkan beras.

Hal senada juga di katakan Ditia salah seorang penjual di Pasar Sabho menurut dia sejak ada isu penutupan pasar, beras di tokonya selalu di borong warga.

“Saat ini yang ada tinggal beras merk anak beruang juga beras bunga terkini sementara beras ukuran 50 kilogram sudah ludes terjual semenjak kemarin,”katanya rabu (25/03/2020).

Untuk harga lanjut dia ada kenaikan namun tidak besar merk anak beruang Rp 285 ribu per 25 kilogram dan merk bunga terkini Rp 245 ribu per 25 kilogram namun beras merk padi mas terakhir dijual dengan harga Rp 265 ribu per 25 kilogramnya sudah habis.

“Beras ukuran 50 kilogram terakhir dijual dengan harga Rp 510 ribu dan Rp 530 ribu namun semuanya sudah habis terjual di tokonya,”bebernya.

Iapun mengatakan warga yang datang berbelanja ada yang memborong hingga 10 karung dalam sekali pembelian ditokonya bukan hanya ukuran 25 kilogram namun 50 kilogram.

Salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) Wa Ria mengatakan sengaja datang membeli beras 10 karung ukuran 25 kilogram karena takut akan ada penutupan pasar.

“Di sorong pasar sudah ditutup, sementara di rumah ada tiga rumah tangga makanya saya membeli 10 karung beras,”ujarnya.

Dia kuatir jangan sampai pasar tutup dan tidak ada yang menjual beras sehingga jauh-jauh hari membeli besar untuk disimpan.

Sementara itu IRT lainnya Lisa mengatakan baru saja membeli beras per 25 karung di salah satu toko di pasar Sabo beruntung masih didapatkannya pasalnya stok di toko yang belum terjual hanya 1 karung.

“Di toko masih banyak karung beras tapi rata-rata sudah diberi tanda pemilik toko artinya rata-rata sudah laku di beli,”ujarnya.

Kata dia saat membeli beruntung masih mendapatkan beras satu karung 25 kilogram dan itupun sisa stok terakhir di toko tempat ia belanja.

Iapun mengatakan semoga beras tidak habis di pasaran karena saat ini saja sudah ada beberapa merk beras yang habis terjual di pasar.

Tinggalkan Balasan