
BUTON,FAKTASULTRA.ID – Tanggap cepat penanganan corona Bupati Buton drs La Bakry bersama Muspida dan OPD menggelar rapat satuan tugas bersama Muspida, OPD, dan Camat diaula kantor Bupati Buton kamis(19/03/2020).
Saat rapat Bupati meminta kepada para camat agar melakukan pertemuan dengan kades dan lurah untuk melaporkan siapa saja warganya yang keluar masuk daerah demi mengantisipasi wabah covid 19.
“Ini ikhtiar kita agar mengantisipasi, usai rapat camat langsung memanggil kades dan lurah untuk menggelar pertemuan,”ujar La Bakry.
Dia mengatakan jika ada warga yang keluar dan masuk di daerah segera dilporkan kepada satuan tugas yang sudah di bentuk pemerintah daerah, begitu juga dengan pejabat yang melakukan perjalanan dinas agar melaporkan dirinya untuk segera di isolasi selama 14 hari.
Kata dia anggaran untuk covid 19 sesuai arahan Kemenkes dan Kemenkeu sudah ada, didaerah bisa menggunakan anggaran darurat untuk langkah-langkah mensuport tim stimultan pencegahan dan persiapan jika ada.
“Kita berharap di Buton jangan ada wabah virus covid 19 tapi tidak berarti kita tidak siap siaga,sebelum terjadi daerah kita lock/kunci agar tidak ada wabah ini,”ujarnya.
Dia menegaskan pencegahan dari pemerintah harus dilakukan dengan gerak cepat guna pencegahan, dan persiapan penanganan sebelum ada warga yang di rujuk ke RS.
Dia juga meminta agar seluruh warga melakukan deteksi dini untuk diri pribadinya dengan mengenali ciri-ciri virus corona yang utama tidak melakukan kontak dengan siapa saja yang keluar daerah.
Untuk soal kesiapan pemerintah lanjut dia sudah ada langkah-langkah termaksud membentuk satgas penanganan corona dan mengisolasi setiap desa hingga selesia lebaran, pemerintah daerah juga tidak akan melakukan pertemuan yang melibatkan banyak orang.
Direktur RSUD Buton Dr Ramli Code mengatakan untuk di Buton belum ada potensi corona, namun jika ada RSUD sudah menyiapkan ruang isolasi.
“Ini jangan sampai kita kelabakan, sudah kami siapkan ruang isolasi penambahan kalau ada pasien suspek harus dirujuk di RS Bahteramas Kendari, untuk alat transportasi ada 3 mobil ambulance ditambah mobil puskesmas ditarik di RSUD,”ujarnya.
Kata dia lagi mulai hari ini 19 maret 2020 sudah di batasi siapapun yang keluar masuk RSUD dan langsung di craning dengan Pol PP hal ini untuk mengetahui adanya warga yang terkena dampak korona.
Dijelaskannya ada tiga kategori penanganan virus corona Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) jika ada gejala demam dan sesak dan keluar daerah dan Suspek jika demam mencapai 38 derajat langsung ke Kendari.
Untuk alat pelindung diri (APD) lanjut dia lagi sudah disiapkan 55 baju namun untuk mengantisipasi jika tidak ada APD lagi makan pilihan lain menggunakan baju jas hujan sekali pakai juga.
Dia juga menghimbau agar biasakan mencuci tangan sebelum melakukan berbagai aktifitas serta warga jangan panik tapi biasakan hidup sehat dan bersih.











